Rabu, 30 November 2011

suatu hari

suatu hari dulu saat SMA saya gagal tes masuk suatu ekstrakuriluler. dengan wajah lesu saya pulang ke rumah dan menagis mengadu pada ibu saya. saya rasa tidak ada seorang teman pun yang tau kalau saya sampai menangis karena itu.haha saya kesal sekali karena sudah berlatih demikian bersemangat, namun akhirnya tidak dipilih juga. pada saat itu adik dari ibu saya datang ke rumah. si om berkata pada saya,
sekarang ica udah mulai dewasa, masa-masa inilah ica akan merasakan macam-macam hal yang tidak sesuai dengan keinginan ica. sekarang tentang ekstrakurikuler, nanti mungkin tentang pacar ica, tentang teman, atau sekolah. semua itu wajar, memang itulah jalannya. jangan berkecil hati, ica harus terus belajar dan berusaha.
setelah mendengar itu tangis saya mulai mereda, tapi masih beringus-ingus.haha saya mulai mencerna apa yang dikatakan om saya itu. tidak sekali langsung mengerti, panjang sekali prosesnya. dan saya rasa sampai pada hari ini, detik ini saya menulis, saya masih dalam proses belajar. belajar yang banyak sekali, semakin saya gagal maka akan semakin saya lebih baik dari sebelumnya.

Minggu, 06 November 2011

working hand

i happy to hear someone called me autism while i seriously do something important for my (mental) health by my hand. you can do drawing, painting, sculpting, writing, folding, playing music instruments, anything! make something, a thing! except robbing, slapping, or anyting that hurting someone else. (and i don't suggest to masturbating, but it's up to you :p). produce someting is the best way to killing time. 

here the newest object of my affections, some people called it jumping clay or korean/japanese clay. we don't need to bake the dough to make it dry and hard, just leave it for couple hours or a day it will dry and hard. sadly i don't like the price for this thing, i think it's quite expensive :(


thats my amateure works :D

by the way, happy Eid ul Adha sisters-brothers muslims :D

Selasa, 01 November 2011

(unofficial) new girl

 
since eboy gone, there's big hole in my heart. i wanna pet so baddly but it's hard to found a cat like eboy and i wouldn't cage small animals in a crib, so for a while i'll not have pet. but who's that girl? it's DINI :3 my unofficial cat. yes dini is a female, i'm promise to myself to never pet a female cat. because she will mating, pregnant, and having kittens. taking care kitten is too risky, they are fragile and i don't know why male cats loves to hunt them :(  i don't wanna burried cats beside my home anymore. it's sad to remeber when i holded the kittens to the grave. so i decided to never pets any female cat, but... it's hard to deny that dini so adorable. her face looks like eboy, i wonder that she might be eboy's daughter. and sometime her behavior is stupid as much as eboy did :)) early morning she love to catch nothing on the grass, and sometime she spinning like crazy try to catch her own tail. i'll be nice to her, and let she play in my house. why i called her dini? everyone can see that she is young as a cat, i call it teen's cat. latey i see her nipples growing bigger, i realize she pregnant now like agnes monica's sinetron T-T why human and cat do same thing, they mating so early T-T i envy :))


and a very new girl is...who's that girl??
 


it's JESS! can't wait to saturday night November 5th :3

picture from click me :')

Jumat, 28 Oktober 2011

harus

berbahagialah dirinya yang tersenyum pagi ini
karena sakitnya tidak dihayati, waktunya tidak dilahap sepi
dengan penuh rasa bersyukur dia yakin diberkati
rindu kadang jadi berkah, kalau terlalu lama musibah :|

Jumat, 07 Oktober 2011

Tidak Selalu

film-film korea yang biasa saya tonton temanya tidak jauh-jauh dari cinta, gambaran laki-laki sempurna, perempuan yang sempurna, dari kehidupan yang sejahtera, ya memang tidak semuanya sih sesempurna itu, tapi akhirnya saya mendapatkan film yang benar-benar berbeda dari tipikal film korea pada umumnya. Judul film ini adalah Bandhobi, adalah bahasa Bangladesh yang artinya "Sahabat Perempuan". Awal mula menemukan film ini saya melihat salah seorang teman saya (*sebut saja F :p) share sebuah link video soundtrack film kepada  teman (sebut saja H :p), sebuah film korea dengan soundtrack "Do What You Wanna Do" oleh Mocca. lucu karena saat ini sedang panas-panasnya demam Korea (selatan tentunya, yang utara apa kabarnya? ._.) di Indonesia, malah lagu dari band keren dalam negeri menjadi soundtrack salah satu film keren disana.


film yang rilis tahun 2009 ini bagi saya adalah gambaran kecil dari pekerja Indonesia di luar negeri, rasisme yang nyata di sebuah bangsa yang aktris dan aktornya dipuja-puja hampir diseluruh dunia, dan perjuangan seorang gadis yang tidak bahagia di keluarganya. hal-hal tersebutlah yang membuat film ini begitu berbeda diantara film-film korea yang pernah saya tonton. biasanya terlihat gambaran keluarga yang ideal, minimal menampilkan rumah yang bagus, pekerjaan yang bagus, sebuah kehidupan yang layak lah meski pasti ada konflik-konfliknya. Min-seo si cewek yang masih sma tinggal di apartemen yang sederhana dengan ibunya yang menjaga sebuah tempat karoke, plus pacar ibunya yang ikut menumpang tinggal bersama mereka. Min-seo ingin ikut kursus bahasa inggris mahal dengan teman-temannya, mahal karena pengajar adalah native speaker (bule asli booo :)) ). pulang sekolah Min-seo menggunakan bis, nah di bis inilah dia bertemu dengan seorang pria yang bertampang asing, jelas bukan orang korea. ditawari untuk duduk Min-seo tidak mau. akhirnya si pria turun, tidak lama si pria menyadari kalau dompetnya ketinggalan di bis.


dompet itu dengan mudahnya Min-seo pungut (lumayan buat kursus.haha) tapi jelas ketahuan si pria asing, mereka turun dan berebut dompet. perebutan dimenangkan si pria asing, langsung saja Min-seo mau dibawa ke kantor polisi. tapi dengan sigap Min-seo malah mencium pipi si pria yang bernama Karim itu sebagai tanda 'maaf'. setelah beberapa waktu mereka tanpa sengaja bertemu di kantor polisi, Min-seo yang dilaporkan anak bos part-time-nya karena dengan sengaja 'memandikan' anak bos dengan bensin, Karim yang dibawa ke kantor polisi karena dituduh memukul seorang pembeli sebuah minimarket, padahal ia mau melerai perkelahian pembeli yang mabuk itu bertengkar dengan kasir. ya bisa ditebak, tampang hitam seperti Karim tidak akan dipercayai tidak bersalah. dan kemudian berlanjutlah pertemanan antara Min-seo gadis korea yang berumur 17, rela bekerja demi les bahasa inggris sebagai 'pekerja seks komersil yang tugasnya tidak perlu membuka pakaiannya' (nah pikir sendiri, apa yang bisa dilakukan psk tanpa harus membuka pakaiannya :p) dan Karim pria Bangladesh berumur 29 tahun, muslim, menikah, visa di Korea Selatan yang tinggal 1 bulan, dan mengejar bosnya yang kabur dari tanggung jawab membayar gaji 1 tahun ia bekerja agar bisa pulang ke Bangladesh.

bagian yang paling berkesan bagi saya dalam film ini adalah saat Min-seo mengajak Karim bertemu dengan guru les bahasa inggirsnya yang bule itu. terlihat jelas perbedaan pekerja asing 'bule' dengan Karim yang berasal dari Bangladesh. dengan riangnya si bule bercerita bahwa korea bla bla bla, i love bla bla bla yang semuanya jelas tidak dirasakan oleh Karim. si bule jelas dihargai karena dianggap pintar, beradap, dan berasal dari negara yang hebat. padahal si Karim bisa juga tu berbahasa inggris, tetap menjaga keyakinannya meski di negeri orang, cuma kurang beruntung dari segi pekerjaan, dari negara yang miskin pula.

ini film sedih? tidak juga, saya tidak meneteskan air mata sedikit pun.hehe (biasanya cengeng nonton film korea :3). Bandhobi adalah gambaran kecil dari nasib pekerja dari bangsa-bangsa yang tidak populer tingkat kesejahteraannya di dunia, para pekerja yang sulit mencari rejeki di negara asalnya sampai pergi jauh untuk mengadu nasib. dan rasisme adalah suatu yang disangkal keberadaanya tetapi sangat jelas dianut oleh banyak orang diseluruh dunia. penampilan fisik yang putih, mancung, tinggi, masih dianggap lebih superior dari tampilan-tampilan fisik lainnya, bahkan di-service dengan luar biasa baiknya. saking penasarannya saya pernah meng-google apakah bangsa Indonesia masih bangsa yang dikenal ramah, banyak yang berpendapat masih ramah "ramah hanya kepada orang asing", karena terlihat perbedaan yang jauh antara pelayanan turis lokal dan turis asing lebih yang asing disambut lebih ramah karena dianggap lebih berduit dari yang lokal (orang-orang yang telah berubah nilai-nilai luhur bangsanya menjadi materialistis). pendapat lainnya "masih bangsa yang ramah kepada siapa saja", tidak  memandang dari mana asal seseorang, bersedia membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan. semoga pandangan positif dan optimis ini benar-benar masih ada dan banyak jumlahnya.


akhir cerita, apakah kelanjutan dari hubungan Min-seo dan Karim? sebenarnya sudah tersampaikan dari judul film ini kalau menurut saya.hehe ketika mendownload film dari salah satu forum, banyak yang meributkan kalau ini film indie yang tidak jelas akhir ceritanya. gantung. tapi inilah yang membuatnya berbeda dari film-film korea lainnya. saya merasa sangat beruntung bisa memonton film ini :)

*ingat tidak selalu semua orang bisa makan kenyang di dunia ini, banyak yang kelaparan di luar sana
*ngomong-ngomong wajahnya Karim mirip Om Ayi, adiknya mama :))

photos from : click me :3 and me :3

Sabtu, 10 September 2011