Sabtu, 04 Desember 2021

Mikir Keberatan Harus Diapakan?

Awal lahiran memutuskan untuk buat jurnal fisik untuk bantu mendampingi diri sendiri dari baby blues. Hasilnya? Ya lumayan, dapat apa? Entah lah. Jangan-jangan postpartum depression awak malah. Endak boleh self diagnose yaa, seminggu yang lalu ada sepupu wawancara buat UTS (anak psikologi) tentang hambatan tumbuh kembang bayi dan kondisiku sebagai orang tua. Terus dia nanya, "ada rasa bersalah ndak kak dengan kondisi dedek atau gimana?". Ya iyalah, pasti. Terus jawabku sambil curhat ya, "baby blues sih ndak, postpartum depression mungkin. Ndak pengen bunuh diri sih. Kadang merasa ndak becus ngurus anak". Gitu. Eh udahan ternyata wawancaranya, belum selesai curhat awak wkwk. Belum terasa pula aku curhat udah mau pulang dia. Terlalu semangat jadi subjek penelitian. Kok rela saja mau bagi cerita padahal pait. Karena pait ini akan jadi racun kalau diam terus dan aku ikut sedih bahkan ingin bantu ibu-ibu lain di posisi yang kurang lebih supaya tidak merasa sendirian. 

Pernah seorang sahabat bertanya apa rasanya jadi seorang ibu. Pengen ku jawab jujur tapi khawatir dia ogah jadi ibu hahaha. Sejujurnya rasanya adalah kesepian. Kesepian sekali. Mungkin karena handphone mode senyap terus, u-tub saja sampai pake subtitle. Canda. Bayi belum bisa diajak komunikasi apalagi kompromi. Nangis. Terus khawatir, terus dibilang ini ndak apa-apa kok anaknya biasa namanya bayi. Ternyata yang paling khawatir emang cuma aku saja apa aku yang overreacting/overthinking. Entah lah, bisa juga asumsi sendiri aku yang paling sayang padahal semua juga sayang. Gini mungkin arti raut wajah mamaku setiap bawa ke dokter dulu, tapi papaku bilang ndak apa-apa anaknya. 

Overthinking malam ini membawa pada kesimpulan, kasihan ya mamaku. Meskipun katanya ngurusi aku bayi dulu bisa rapi, baju rapi, rambut rapi, anak tidak rewel. Tapi mungkin mama itu lupa saja udah 30 tahun yang lalu bayi terakhirnya. Setiap diriku lagi berat ingin peluk beliau, tapi belum sanggup kontrol air mata. Takut makin terluka mamaku liat anaknya sedih. Apa ketika mama sedang berat juga ingin mengadu pada mamaknya? Nenekku udah meninggal. Pasti kesepian juga ya mama dalam rasa kesulitan. Kata tanteku, anak sulungnya setiap anak demam pasti nelpon untuk tanya-tanya tentang perawatan. Padahal dirinya sendiri perawat, pasti lebih mengerti. Mungkin benar kalau sudah jadi ibu nanti baru paham rasanya. Kasih sayang yang tidak akan pernah bisa dibalas, selamanya akan rindu mama, sampai aku renta sekalipun. Mau lebih sering peluk, mau dicoba aku yang mulai duluan. Biasalah orang tua asia love language-nya bukan physical kalau udah besar haha. Akan lebih bahagia lagi kalau aku makin rajin, makin baik ibadahnya pasti ingin mereka mah. Love language-nya teh begitu. Bahagia didikannya kesampaian. 

Motivasi untuk lebih baik lagi ibadahnya, supaya kumpul lagi di jannah. Aamiin. Seolah mama udah ndak ada pulak ya. Sejak kuliah jauh dari rumah barulah terasa hal-hal realitas dan keniscayaan seperti kematian itu sangat dekat. Suara dari telpon batuk-batuk udah susah hati awak. Eh dapat berita papa jatuh di kamar mandi T_T. Hiks mengingat nanti harus lanjut studi lagi makin ku overthinking. Udahlah ya, kematian itu keniscayaan kan. Tua-muda, bayi, anak-anak, janin semuanya hidup atas ijin Allah. Sampai tutup usia karena ijin Allah juga. Dalah capek overthinking



Sabtu, 19 Desember 2020

Sabar

Halo, sudah lama sekali ya? Sulit menemukan semangat untuk rajin menulis lagi. Tapi rasanya ini waktu yang tepat untuk membuat catatan. Di internet kita bisa pilih yang mana dirasa nyaman untuk dibagikan ya kan? Jadi yang tidak nyaman lebih banyak disimpan atau bocor di twitter haha. Mungkin ini alasan yang ku buat-buat sebagai pembenaran malas menulis blog lagi karena tidak perlu curhat? Ya ku jawab sendiri saja lah. Tapi jelas sejak sembuh patah hati jadi malas menulis. Hadeh remaja kasmaran memang begitu. Oke. Cukup basa basinya.


Akhir tahun 2020 ini, setelah berbulan-bulan semakin akrab dengan masker dan cuci tangan, google meet, lalu kelupaan hari kerja dan libur yang seperti hari kerja. Batas antara bersantai dan berehat juga semakin tidak jelas. Alhamdulillah pekerjaan ku tetap, digaji setiap bulan sedangkan mendengar kabar teman atau saudara yang kehilangan pekerjaan sampai langsung bersinggungan dengan covid 19, kondisi ku baik-baik saja. Suami dan keluarga juga baik-baik. Tidak kekurangan dan kesulitan selain ketidakteraturan diri sendiri dalam manajemen waktu, selebihnya sungguh Allah Maha Penyayang. Dibuatnya kami berdoa memohon agar diberikan keturunan. 


Setelah menikah 1 tahun, mulai muncul pertanyaan dari diri sendiri. Apa ada yang salah dengan fisikku? Mengapa menstruasi ku berantakan begini? Apa perempuan yang banyak tumbuh rambut di badan sulit memiliki keturunan? Apa aku dikasih kesempatan punya anak? Apa aku mengidap PCOS? Apa doaku kurang kuat? Aku belum cukup solehah kah Allah? Belum pantaskah aku Allah jadi orang tua? Rasa bersalah, meragu dengan kondisi fisik, dan lain-lain. Minus pengaruh pertanyaan dari orang lain. Bodo amat. Kiranya kami ndak ingin kali punya keturunan! Saran, tips, sampai mitos disebutkan. Tapi aku akhirnya memutuskan untuk memulai konsultasi tentang progam hamil dengan dokter kandungan terdekat. 


Didukung dan tidak. Wajar. Ini kondisi yang tidak semua orang mengalaminya. Tentu ku harus berdamai dengan diri sendiri. Mana yang kurasa butuh, maka kucari pertolongan. Proses ini menguras tenaga dan perasaan pula. Setiap kali masanya periksa bersiaplah hati untuk patah hati. Telur dalam rahimku tidak sesuai dengan ukuran yang ideal untuk pembuahan. "Keliatannya ibu ini dari yang terjadi pada tubuhnya gejala PCO". Sudah ku duga dari hasil mencari selama ini. Sedih dan sebagian diri sudah menduga-duga. Ya ini terjadi pula pada pasangan lainnya yang mungkin memiliki kasus yang serupa. Bukan yang satu-satunya lah melewati masa-masa ini. Minum obat, vitamin, diminta diet sehat, dan olahraga 45 menit 3 kali dalam seminggu. Minum obat dan diet sehat sangatlah mudah bagiku, memang kenyataannya untuk bertekad mengatur nafsu makan adalah kekuatan ku. Olahraga? Ini yang berat bagi kaum rebahan kelas kakap. Diajak lari dikit ngeluh sepanjang jalan. Kasian suami. Haha


Akhirnya setelah bolak balik mungkin 6 kali progam hamil, saya pribadi putuskan untuk berhenti. Terakhir telur saya masih kecil-kecil, menstruasi datang masih dalam periode 36 hari plus, dan sungguh mual setiap kali makan obat makin memperburuk situasi hati. Ya program hamil itu melelahkan hati, termasuk suami. Ini bukan untuk kami, paling tidak sampai beres tahun 2020 ini. Kita tunda dulu progam hamilnya. Kalau test pack sampai sudah akrab, di awal-awal pernikahan setiap telat datang bulan sudah gede rasa jangan-jangan hamil. Padahal telat itu tanda-tanda metabolisme tubuh yang kurang baik. Kembali didukung dan tentang juga. Tapi saya lelah. Usaha saya belum maksimal, olahraga masih malas, berat badan turun tapi belum-belum juga. Allah tolong..


Mungkin abai 2 bulan dengan progam hamil, stop makan obat, olahraga kadang-kadang saja, dan sibuk. Lebih sibuk dari yang saya bayangkan. Banyak agenda pribadi terkait perkejaan termasuk yang menyangkut hajat kelancaran lembaga secara umum. Lah malah pertama setelah setahun setengah pernikahan akhirnya siklus menstruasinya cuma 32 hari. Alhamdulillah, pikirku masih bisa remisi 5 hari lagi supaya normal waktu ovulasi ku. Masih sibuk sana sini, latsar online, kepanitiaan online, laporan penelitian yang belum rampung, jadi pembimbing KKN di kabupaten tepi kota disanggupi. Naik motor sendiri, haha hihi dengan slogan kuliah, kerja, ngemil. Stressful and fun! Akhirnya ku bilang ke suami, padahal jalan ke KKN tadi tu bagus, kok perutnya berasa dikocok-kocok ya? Hmm


Sehari kurang nyaman ku laporan lagi, seperti mau menstruasi nih? Mungkin memang iya kata suami, emang waktunya kali. Sehari bangun tidur ku bilang mual ni, jangan-jangan lapar keawalan kali ya. Lalu, catatan diaplikasikan andalan baru telat sehari kok. Masih santai. Akhirnya besok ku sudah tidak sabar mau test pack lagi! Rasa perutnya terlalu aneh untuk menstruasi! Dan teman ku bilang gih dicek seminggu lagi siapa tau isi baby benaran. No tidak seminggu, malamnya ku bilang suami pokoknya besok mau pake test pack. Harap cemas karena mungkin selama ini 6 kali tes pack garis satu itu patah hati terus. Terbangun jam 3 pagi buang air kecil. Terus subbuh. Buru-buru gelagapan mencari wadah untuk dipipisin. Setiap kali sambil gemetar memohon hati dikuatkan ketika garis satu. Dan ada garis samar, lalu garis kontrol di atas jelas. Samar dan jelas. Wudhu dan gemetar ku bangunkan suami sambil bawa test pack hati-hati. 


Ini garisnya samar, tapi 2. Datar doi. sedangkan aku bolak balik melihat ulang, percaya tidak percaya. Mungkin gegara pipis jam 3 itu jadi samar garisnya. Allah terima kasih, mohon ampun aku meragukan diri sendiri selama ini. Padahal sudah jelas tiada daya upaya tanpa kekuasaanMu. Ternyata doi tu happy bukan main juga, cuma baru bangun tidur begitulah kira-kira diajak ngomong. Haha. Seperti yang dikatakan selama ini, jika nanti sudah waktunya pasti rasanya berkali-kali lipat bahagianya dan usaha kesusahan hati kami selama ini tidak ada apa-apanya. Dan itu benar adanya. Kegelisahan baru, kok sering lapar ya? Belum periksa ke dokter, karena dirasa terlalu cepat baru telat 3 hari. Ternyata salah hitung :(. Pikiran siklus telat masih 36 hari padahal sudah 32 hari bulan lalu. Pas dua minggu dari telat datang bulan kita periksa ke dokter. Sudah keliatan kantongnya ya bu.. selamat. Periksa lagi bulan depan, mudah-mudahan sudah keliatan bayinya. 


Ujian calon ibu dimulai, yang awalnya ringan, semakin tambah hari mual menjadi-jadi. Alhamdulillah sangat minim muntah seperti yang dikatakan orang-orang. Mood swing pastinya, menangis minta bubur sum-sum kejadian. Gelisah tidak nafsu makan, sesak ketika makan kebanyakan dan dinasehati rasanya seperti dihakimi. Ini bukan saya, tapi saya yang baru. Benar aku setuju dengan istilah melahirkan itu bukan tentang hidup dan mati, tapi birth dan rebirth. Terlahir anak dan seorang ibu. Cara Allah memberikan berbeda-beda sehingga benar adanya perjuangan ibu katanya 9 bulan 10 hari itu sulit. Baru 8 minggu mengeluhnya Ya Allah.. mohon ampun, sungguh banyak pasangan yang mengharap dititipi juga, ini ku banyak mengeluh. Mohon ampun sama mama, rasa mengandung itu begini ya. Dibilang mendingan juga dibandingkan orang lain aku juga tidak bisa merelasikan pengalaman ku. Setiap ibu juga berbeda. Bisa berdamai kan? 


Sekarang sudah bisa didengarkan denyut jantunya, bahkan waktu diultrasound kakinya gerak-gerak. Masyaallah. Oh iya, dokter yang kali ini lebih tidak terlalu buru-buru periksanya. Cukup teliti, dikabari tumbuh juga kista saat hamil yang dibilang nanti hilang dengan sendirinya. Bismillah, baby bulan depan kita ketemu difoto lagi ya kan. Tambah besar dan sehat ya nak!


Pada siapa saja yang sedang berharap, berusaha mendapatkan keturunan, mungkin ini hal yang paling sering kita dengar dan bosan mendengarnya. Sabar. Perasaan yang tidak ada batasnya. Sabar. Doa. Ikhtiar yang paling bisa dilakukan, pada kapasitas mu. Sabar. Selebihnya kita cuma menghamba. Uang waktu dan hati yang seluas-luasnya dalam proses ini semuanya milik Allah. Usaha perlu, belajar kan sepanjang hayat. Menerima dan berusaha. Sabar. Berdoa. Minta maaf sama ibu kita. Allah.. mudahkan saudara-saudara yang sedang berusaha..






Jumat, 10 April 2020

Pembelajar

Halo semoga selalu dalam keadaan yang damai dan berkecukupan, lahir maupun batin. Ini ditulis pada salah satu sejarah kesehatan manusia, pandemi COVID-19. Terhitung sejak tanggal 23 Maret 2020 kegiatan belajar dari level PAUD hingga perguruan tinggi di-rumahkan hingga sekarang tanggal 10 April 2020 saat tulisan ini diterbitkan, masih belum ada kepastian kapan kegiatan akan berjalan seperti semula lagi. Meskipun saya yakin keadaan pasca pandemi ini tidak akan sama lagi seperti sedia kala. Proses belajar secara konvensional tatap muka yang diarahkan untuk mulai dengan kelas jarak jauh atau kelas daring akhirnya terlaksana 'terpaksa'. Lebih dari yang sudah diarahkan yaitu sebanyak tiga kali pertemuan saja, menjadi kemungkinan lebih dari tiga kali atau bahkan tidak ada yang mengetahui secara pasti apakah semester ini masih ada kesempatan pertemuan tatap muka atau berlanjut secara daring. Secara keseluruhan kita jadi belajar berhubungan jarak jauh. Untuk situasi di masa yang akan datang tentu sudah mulai terbiasa dengan keadaan belajar seperti ini. Sebuah pembaharuan! 

Tentang belajar disituasi physical distancing yang kita lakukan ini, saya benar-benar merindukan situasi tatap muka di dalam kelas. Meskipun sebagai seorang introvert, lebih nyaman rasanya berbicara langsung di depan kelas, dibandingkan dengan di depan layar. Lebih malu dan lebih segan rasanya jika tidak dapat membaca reaksi langsung dari lawan bicara (for me phone call or video call is awkward kind of communication, so i rather not. not my first choice of connecting with people even the love ones! sorry for the nonsense). Filosofi ku interaksi langsung adalah layanan mendidik. Meskipun filosofi pendidikan orang dewasa sejatinya membantu belajar saja, namun ada peran hubungan timbal balik di dalamnya. Saya sebut belajar dari pada mengajar, karena sebagai pendidik sekalipun setiap selesai di kelas ada sedikitnya benang yang terurai dari pembelajar. "Oh dia ini bukannya sulit berbicara, hanya terbatas ketika dituntut dengan bahasa indonesia. Baik lain kali biarkan dia dengan bahasa logat serta kemampuannya ketika berbicara.", renungan ku ketika seorang mahasiswa lancar bercerita ketika menyebutkan dirinya sebagai AKU ketimbang SAYA. Dosen belajar. 

Tetapi terlalu sederhana jika kukatakan interaksi secara daring pun, tidak terdapat pemahaman baru terhadap pembelajar. Filosofi ku terhadap keaktivan di kelas, hanya akan meminta berbicara yang sukarela mau berbicara. Sedangkan secara daring saya hindari live conference, ternyata dalam forum ketik hampir semuanya bisa berpendapat, bertanya, menambahkan dan lain sebagainya. Saya berkontemplasi, "Ya kan, adik-adik ini bukannya tidak sedang berpikir sebenarnya di kelas. Hanya perkara kenyamanannya saja dalam berkomunikasi. Ada yang mudah berbicara, ada yang mudah dengan bahasa tertulis.". Tidak ada yang lebih baik dari salah satunya, senang bicara baik, senang ditulis pun baik (sebuah pembelaan terhadap para introvert yang belum keluar dari gelembungnya). 

Suatu hari sebelumnya, pernah saya ceritakan mengenai hal ini. Sebagai seorang mahasiswa pun saya dulu kesulitan untuk bebicara, bukan mengenai tata bahasa hanya malu saja. Sedangkan seorang teman dulu sulit berbicara dengan tata bahasa formal, maka jalan keluarnya saya bantu teman dengan dituliskan lalu dibacakannya ketika berbicara. Menang sama menang kan? Eh tapi tidak semudah itu. Bidang yang kelak akan saya tekuni pada saat itu adalah pendidikan, calon pendidik. Terampil berkomunikasi adalah kunci keberhasilan berhubungan dengan subjek pendidikan. Pelan-pelan dengan kecanggungan berbicara di depan umum saya tantang. Pada akhirnya sekarang menjadi tuntutan, menjadi "lecturer" -penceramah-dosen. Meskipun dalam undang-undang katanya berubah sekarang sebagai pendidik. Sehingga konsep menceramahi itu sudah bergeser. 

"Saya yakin teman-teman yang introvert seperti saya, bukannya sedang tidak berpikir dalam kelas. Iya kan? Hanya sulit mengumpulkan keberanian atau canggung berpendapat dan bertanya di depan banyak orang kan? Yakinlah berbicara itu harus dilatihan, jika sulit dituliskan saja dulu. Lama-lama orang banyak tidak akan menakutkan lagi, jika kita terbiasa. Terlebih jika sudah memahami topik yang dibicarakan, pasti lebih lancar." Percakapan saya pada kelas semester 1 yang mungkin masih menyesuaikan diri dengan situasi perkuliahan dengan tuntutan aktif berkomunikasi untuk belajar. Di akhir semester saya dapati surat kritik dan saran dari seorang mahasiswa yang isinya kira-kira berterima kasih atas dorongan kepercayaan diri sebagai seorang yang pendiam untuk belajar menjadi dirinya yang upgrade dalam berbicara. Sentuhan personal seperti ini yang tidak mudah digantikan dalam belajar daring. 

Tentu saya penuh kekurangan, tidak jarang surat adik dan kakak di kelas meminta saya untuk memelankan tempo berbicara. Ada yang meminta saya mendatangkan ahli pada bidang tertentu, atau sekedar mengganti situasi dalam kelas menjadi luar kelas. Selalu ada ruang untuk berkembang bagi pendidik dan peserta didik kan? Can't complain about nowadays situation. But as I said, really miss the personal touch from people to people in an educational setting. Proses mengenal dan menyesuaikan secara langsung tidak akan pernah tergantikan teknologi hubungan jarak jauh (paling tidak secara klasikal sulit, mungkin perorangan (?)). Semoga dalam situasi yang luar biasa ini kita tetap bisa saling belajar dan menjadi terpelajar. 

Senin, 10 September 2018

Sambungan Jarak Jauh

Sejak kecil saya dibiasakan tidak bergantung dengan orang lain jika ada urusan di luar rumah. Jadi pergi mengurus surat-surat, periksa ke dokter, tugas belanja, bayar tagihan, ke bank, dan lain-lain sendiri. Sampai saya di titik tidak ketemu waktu dengan teman atau bahkan akhirnya menikmati untuk sendiri, seperti jogging, sepeda, ke bioskop, atau duduk di taman kota.  Sekarang dalam kondisi merantau kuliah malah semakin saya nikmati waktu sendiri ini untuk mencoba kuliner baru atau ke musium-musium.

Ruang pribadi itu rasanya sangat nikmat, tidak ada basa-basi, hanya obrolan baru dari supir angkot atau ojek. Bukan berarti berbicara itu tidak menyenangkan, hanya tapi saya punya referensi bicara. Bicara dengan orang yang dikenal itu kadang terjebak dikecenderungan membicarakan orang lain, yang kadang juga tidak bermanfaat.

Tapi obrolan dengan orang baru juga kadang bisa menjadi malah mengurangi ruang pribadi jika membahas pribadi juga. Misal ya secara personal, sebagai perempuan saya sangat tidak nyaman untuk dipertanyakan status hubungan dengan laki-laki, baik itu hubungan menikah dan belum menikah oleh orang baru. Kasusnya malah saya pernah ditanyai: oh pacar punya? kalau pacar di sini ada dong? pendekatan ada lah?. Itu ranah pribadi saya, basa-basi tak perlu seperti itu. Seolah saya tertuduh kesepian dan pasti mencari 'teman'. Bekal untuk mandiri dari orang tua sudah sangat cukup. Saya perempuan yang berkecukupan dengan diri saya. Tapi memang perempuan tempatnya difitnah. 

Ketika menemukan sebuah kutipan dari anonim yang artinya kira-kira: waktu saya sendiri itu berharga sekali, jika saya mengabaikan maka mungkin waktu bersama anda itu hanya buang-buang waktu berharga saya saja. Namun saya juga tersadar pada suatu hal, yaitu komitmen. Maka dari itu saya menikmati waktu jauh dan sendiri. Mungkin juga ini adalah referensi personal, di waktu yang tepat, digabungkan dengan situasi yang tepat. 

Menanti pulang itu memang nikmat.
ditulis di Senin pagi sambil menunggu tanda tangan Kaprodi.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Bagi Tontonan

Selama mulai ada konseksi internet di rumah saya mulai jarang sekali menonton televisi. Sayang sekali konten di televisi tidak bisa dipilih dan kurang lebihnya (maaf jauh dari menarik.. selera saya paling tidak). Lalu tidak menambah apa-apa juga (ya kalau masih bisa mengambil hikmah dari anehnya tontonan di jam prime time ya selamat, silahkan lanjut). Positifnya jadi jarang nonton acara gosip. Eh tapi lucunya apapun yang ada di televisi sudah pasti ada di internet, minimal siaran ulang pasti ada. Nah karena saya keliling membicarakan media audio visual, jujur selama ini fokus cuma ke youtube saja sebagai hiburan. Buat teman makan sendiri ya nonton channel food travel, perlu dengan ulansan produk kadang cari tahu dari beauty vloger, ada topik perkulihan yang perlu masukan lebih biasanya juga nonton kuliah dari narasumber penulis buku atau konverensi ilmiah dan lain sebagainya.

sama seperti televisi sebenarnya, kadang di youtube juga agak mengerutkan kening. terlebih vidio yang isinya HOAX dengan suara google translate hhhh. tapi bisa dipilih mau nonton apa kan ya!
ini saya ingin berbagi pilihan-pilihan channel kesukaan siapa tahu jodoh. ehe

Beauty/Lifestyle
1. LaMadelynn
sebenarnya mbak madelynn ini semacam promo personnya ipsy, jadi kalau ada tutorial atau ulasan produk biasanya dari berlangganannya ipsy. cara pengaplikasian produk itu ya masuk akal saja, sama seperti yang dandan seadanya saja, terus jarang pakai kuas. tapi selain itu dia vokal menyuarakan cruelty free products dan slow fashion, yang mana saya perhatian juga terhadap hal-hal itu -masih belajar, tapi kuberusaha. pilihan lagu-lagunya juga enak! ya seselera sama saya lah. sayang jarang upload.

2. violette_fr

Kalau setting biasanya beauty vlogger di depan ring light di dalam studio, mbak violette ini hampir selalu di luar, di restoran, mobil, di depan rumahnya, di taman. mungkin karena memang bukan beauty vlogger, memang make up artist. terus jarang pakai foundation! sudah kokoh kulit si mbaknya, karena yang penting kulit yang sehat katanya. sama pesannya kalau mau natural jangan pake foundation di hidung. alat utamanya cuma jari, jadi beliau tidak sibuk menjelaskan ini kuas merek apa nomor berapa. nilai plus lagi aksennya lucu.

3. Lisa Eldrige

Ibu ini sudah jangan dipertanyakan lagi, red carpet, editorial, fashion week, campaign. terus kadang mengundang make up artist dari siapa yang dandanannya iconic macam Amy Winehouse, Princess Diana atau Alexa Chung diundang dandan terus gambar sendiri eyeliner-nya. mudah diikuti, meskipun saya ya juga tidak dandan hahhaha. kadang kalau melihat dari model-model yang diajak dandan sama beliau juga tidak sempurna juga, lalu dandan seperti secamam untuk lebih presentable saja, tidak wajib lah.

4. Ann Le 

Sebenarnya sering nonton karena ada diy rutin, lalu sekarang lebih sering berbagi tentang minimalist lifestyle. Sangat menginspirasi karena jadi teringat betapa banyaknya hal-hal yang tak pelu tapi diada-adakan punya, lalu memenuhi kamar, dan malah sulit untuk dirapihkan. Sekarang yang diunggah lebih pada perjalanannya pada lebih menyederhanakan kehidupannya. boleh lah diadopsi yang baik-baik.

Educational 
1. Vet Ranch 
Kadang menghayal, seandainya belajar lebih keras mungkin sudah bisa jadi dokter hewan. tapi ya diantara anak-anak TK itu menyenangkan sekali! jadi ya sudahlah, ada dokter Matt dan teman-temannya di Vet Ranch. ini adalah tipe channel yang tidak akan pernah di-skip iklannya karena tahu iklan dipakai untuk dokter-dokter ini menolong kucing guguk dan lainnya yang kesusahan di jalan. tapi sejak aturan youtu yang entah apa vidio dengan konten medis atau menjijikan tidak dikasi iklan lagi, sekarang jadi jarang nonton karena gemes tidak bisa ikut bantu uang huhu. tapi nyenangi kok sungguh! kadang dari kondisi yang hampir tidak ada harapan sampai sudah diadopsi atau sementara dirawat orang baik lainnya. and hey doctor matt is a hottie *wink

2. paulthomasmd

Waktu lihat dokter thomas jadi ingin tos! karena beliau sering pakai kemeja hawaiian. selain itu seandainya dokter seperhatian beliau waktu kecil, mungkin kesan ruang dokter yang dingin itu hilang. Lalu saya sangat menyukai cara beliau dan anaknya sebagai produser yang selalu menanyakan kesediaan orang tua atau anak masuk ke vidio. jadi jangan heran kadang wajah anak tidak terlihat, bahkan seingat saya nama aanak juga tidak disebutkan. bagi saya idealnya ya seperti itu. latar beliau pun unik, besar di afrika, punya banyak anak dan selalu dipanggil anak meskipun diadopsi atau ketemu besar. inspirasi sekali pokoknya beliau! sekalipun vidio terakhir ia bercerita tentang perjuangannya dengan adiksi, saya tetap salut dengan kejujurannya untuk tetap mempromosikan hidup sehat.

3. Rare Earth

sebenarnya baru mengikuti, tapi semenjak tahu ini channel ini yang mengunggah space oddity langsunglah ku-subscribe. tidak perlu buru-buru nikmati maraton semua vidionya santai saja waktu lagi ingin belajar. macam vidio yang saya ikutkan dari Rare Earth di atas, yang saya tangkap ya ternyata bagaimana suatu bangsa terbentuk ideologinya dari sebuah kisah heroik. ideologi itu ya.. nontonlah maka kamu akan mengerti.


4. HiHo Kids
Bingung sebenarnya ini ditaruh di kategori mana ya, diantara vidio anak coba makan ada vidio anak bertemu dengan. menyenangkan dan informatif juga. dan wahai para pemilih makanan contohlah Clara! paling tidak cobalah sekali sebelum bilang tidak mau  (kalau memang tidak punya pantangan ya) ! hahhaha.

Makan
1. Jun's Kitchen

Kalau mau lihat perwujudan dari senpai tampan nan bertalenta dari shoujo manga tontonlah Jun masak. tapi siap-siap teralihkan dengan kucing-kucingnya yang sopan. serius. sopan sekali nonton Jun masak atau ikut belanja.

2. Mark Weins

Teman makan di kost dulu dan masih kadang sekarang. tidak perlu dijelaskan, nonton saja sana. itu vidio di atas harus kucari di mana letaknya di jakarta!

3. Ochikeron

kurang lebih sama dengan kategori beauty, tutorial dandan sama masakan ya sama-sama hampir tidak pernah dicoba. sebenarnya banyak sekali ya channel masak, tapi dari sekian banyak itu semacam masakannya lah yang paling mungkin saya coba. bahannya tidak terlalu aneh-aneh meskipun ya mayoritas masakan Jepang. lalu idealismenya beliau yang menjaga privasi anak-anaknya juga menurut saya hebat.

4. Cake Style

Sekali lagi tidak masak dan kurang suka butter cream tapi saya suka mendekorasi kue. sempat sekali mencoba cari uang dari situ malah hehe. tapi ya dengan pengetahuan yang minim seperti pentingnya telur untuk ada disuhu ruangan sebelum dikembangkan bisa mengacaukan semuanya. penting teman-teman percayalah jangan taruh telur di pendingin sebelum buat kue.

 Crafting-Art

1. Sea Lemon

Di awal tahun sempat meniatkan bernar untuk berjurnal, karena mengingat waktu SD dulu tanpa disadari ada perasaan lega waktu menuliskan harian di buku harian. sejauh ini gagal, tapi sebenarnya efek lain yang sudah terasa adalah ketika ditahap perencanaan untuk esok hari saya jadi lebih terorganisir. harusnya diteruskan tapi begituah istiqomah itu sulit. nah channel ini sebenarnya beragam sekali isi kerajian tangan, doodling jurnal hanya salah satunya.

2. TheSorryGirls

Sudang mengikuti sekitar 5 tahunan dan channel mereka berkembang pesat akhirnya. ya dulu terheran-heran kok subscribers-nya sedikit. ada e-card macam-macam perayaan dengan bintang seorang landak mini, yang sekarangudah meninggal :( lumayan luas cakupan crafting-nyaa , gaya hidup, sampai dekorasi ruangan. 

3. Lia Griffith

Kan di Indonesia, ya provinsi kelahiran bunga potong itu mahal sekali dan kalau ditanam juga tidak akan berbunga atau tumbuh maksimal bunga-bunga tertentu. jadinya saya sering gemes sendiri. buat saja gitu sendiri dari kertas? Ya ini ibu Lia Griffith yang selama ini diamati via Pinterst punya channel ternyata! tidak hanya bunga kertas saja, kerajinan lain juga ada.

4. PearFleur

Saya ini kan orang yang banyak ingin bisanya tapi tidak berbakat. salah satunya gambar. tapi yakinlah sedikit-sedikit bisa diasah kok. lupa nama original channel ini apa yang pasti sudah mengikuti lama dan akhirnya saya memberanikan diri beli cat air dan kertasnya dan coba saja begitu gambar. menyenangkan liat orang yang emang bakat gambar menggambar. kadang untuk tidur saya melihat orang gambar atau main gim karena agak merelaksasi melihatnya. 

Uncategorised
1. Rachel and Jun

Yak si Jun masuk kedua kalinya ya selain ya kucing-kucingnya yang sopan santun memang channel ini nyenangi dan bisa jadi satu dari banyak channel yang serius menginformasikan tentang Jepang. keliatannya juga mereka cukup aktif membalas komentar, ya itulah beda televisi dengan media ini kan?

2. Banana Peppers 

Vidio buka kotak! ini channel keduanya Bunny grav3yardgirl fokusnya lebih buka kotak dan cerita-cerita dia saja. entah mengapa bagi saya Bunny lebih santai di sini. sementara di channel  utama keliatannya Bunny cukup tertekan dengan kolom komentar. Bunny secara umum sangat terbuka berbagi mengenai kecemasannya dan minatnya terhadap hal-hal yang bisa dibilang kadang lucu kadang mengerikan. ya saya pernah disebut sebagai hoarder oleh abang saya, hmm belum pernah lihat Bunny kali haha. tapi saya menghargainya karena sepertinya Bunny pengoleksi yang bertanggung jawab. selain sekarang tertarik dengan minimalism, ya cukup melihat saja orang yang sanggup mengelilingi dirinya sendiri dengan hal-hal yang diinginkan lumayan menghibur juga.

3. Refinery29

Ini model channel  satu dari banyak perusahaan produksi vidio di US sepertinya. jadi yang diunggah cukup beragam. Favorit saya adalah Sweet Digs, karena heran dengan mahalnya tinggal di New York dan kecilnya ruangtinggal pun sanggup ditata sedimikian rupa oleh real people. selebihnya channel ini lebih fokus pada isu sekitar wanita. kadang nonton kadang dilewati saja.

4. Flabaliki

Teman tidur dan teman makan. Suara James Turner ini enak soalnya. Karenanya saya ingin punya PC yang sanggup main game yang dia mainkan. Selain ini dia juga punya TheSimsSupply yang isinya main The Sims. sehari saja James tidak unggah vidio kadang saya cemas haha. main gim bisa membawa Semaj pergi jauh untuk mencoba gin keluaran terbaru! hiks mengapa internet di Indo lambat ya :(.

Honorable Mention

Shmoxd


AnnikaVictoria

shichenmakeupholic


Q2HAN


HGTV HANDMADE


Ela Gale


Deligracy 


101Rabbits


Mugumogu


Parole de chat


panjang ya. random soalnya anaknya, mohon dimaklumi ya.
semoga bermanfaat!

Jumat, 06 Juli 2018

Belajar dari Idola


Bagaimana baiknya ini dimulai
Di satu sisi saya kurang mengikuti perkembangan para social media influencer tapi kok makin ke sini kadang gemes. Bukan sama yang sama si ini atau si itu, tapi dengan kita yang berharap macam-macam dari mereka.

Kembali ke beberapa tahun terakhir sebelum berjilbab, baru niat. Sebagai pengguna internet aktif, kadang saya kurang bisa realistis terhadap harapan dan kenyataan dari internet dan dunia nyata dulu- dan masih sebenarnya. kadang. Ingin buat macaroon tapi belum pernah coba dan memaksakan pengetahuan dari tutorial youtube misalnya hanya karena si kue terlihat imut. Berandai-andai punya pacar yang perhatian dan pamer kemesraan di media sosialnya karena lihat teman-teman menggunakan foto bersama pasangan untuk profil. Ingin punya foto profil yang bagus diambil dari kamera mahal. Bisa foto-foto kumpul atau jalan-jalan dengan teman, sekedar ngumpul di kafe atau ke luar kota. Banyak lah. Tiba saat mulai cari-cari gaya jilbab. Ini agak seru.

Internet pada saat itu, paling tidak yang saya ikuti jauh dari apa yang sebenarnya ingin saya capai. Jadi manusia yang mendekati paling tidak. Itu tidak menjadi-jadi pada saat itu. Yha cerna sendiri lah apa hahaha. Munculah tren jilbab, sedi akutu bilangnya tren. Teman-teman sudah mulai pakai jilbab dan menebarkan kebaikan lebih dari biasanya di akun media sosialnya. Nasehat, hadits, ayat suci Al Quran bukan lagi dicari, tapi ketemu dengan sendirinya dari  nge-scroll media sosial. Adem sungguh. Tapi masih lagi penasaran cari model jilbab karena kurang percaya diri dan mungkin dalam hati yang terdalam masih ada rasa ingin tetap modis. Cih padahal sebelum pakai juga biasa saja hahaha. Tiba dihalaman seorang perancang terkemuka yang sering diucap seorang teman yang berjilbab. Perancang  muda dan inspirasi para hijaber. Tuuu hijaber. Suatu istilah yang asing kemudian tak asing lagi. Malah sayangnya sempat bernada agak hmm pada saat itu ditujukan pada para kakak yang modis jilbaban. ya sudah la ya, ngaca dulu cak udah benar belum.

Nah di halaman perancang ini ada sebuah foto yang menarik perhatian saya. Si perancang ini foto dengan seorang yang menarik sekali. Cantik, berhijab, dengan tato di punggung tangannya. Ternyata doi mualaf, kewarganegaraan Amerika Serikat, dan model. Dia punya akun bagi video, kontennya sekitar pengalamannya convert to Islam, berbusana, dan sebagainya. Sebagai gadis kacau balau sungguh saya sangat silau terhadap doi. Kenapa dia yang tinggal di negara yang sekuler, dengan gaya hidup seperti demikian, tersentuh hatinya memeluk Islam dan langsung berjilbab, terus saya berat dengan keadaan yang begitu baik di Indonesia. Singkat cerita beliau lah yang sering saya lihat halaman media sosialnya pada saat itu. Semua yang bisa diikuti saya cari, saya ikuti. Paling tidak beliau salah satu semangat saya berjilbab waktu itu. Tapi beliau itu orang biasa...

Mulailah saya terlalu ingin tahu detail kehidupannya. Ingin tahu ibunya yang mana, karena dia bercerita tentang ibu. Ingin tahu teman-teman yang dulu seperti apa. Ingin tahu alasan bertato. Lain sebagainya. Di sebuah aplikasi kumpul gambar akhirnya saya menemukan sebuah petunjuk. Beliau berencana menikah, melihat foto-foto bertema pernikahan yang dikumpulkannya sebagai “Inspirasi Menikah”. Sayangnya hanya satu media sosial yang tidak saya ikuti, yaitu adalah hehe. Ternyata beliau punya dua akun ternyata. Satu lebih ke tampil di umum, satunya lagi mungkin lebih pribadi tapi tidak dikunci. Saya ketahuilah beliau ternyata tidak seperti bayangan saya. Ya fatal sekali saya sudah punya bayangan dan harapan terhadap beliau.

Bayangan saya dia hidup keren sebagai model hijab dengan perilaku yang mulia. Oke langsung ke inti ya. Beliau ini tidak selalu berjilbab dan yang akan dinikahi itu wanita juga. Bukan tipe yang senang komentar di halaman orang. Tapi ternyata banyak juga akun-akun yang bertanya hal-hal pribadi padanya di halaman sosial medianya, atau menasehati juga ada. Sampai akhirnya media sosialnya dihapus semua. Sejak saat itu, saya tidak terlalu bawa perasaan dengan figur media sosial. Apa yang diharapkan? Mereka manusia biasa yang membagi kehidupannya dengan kita. Se-real apapun yang dibagi itu, mereka manusia. Selalu bisa salah. Lalu kita dengan tenangnya berkomentar seakan sahabat, membela secara membabi buta, atau malah mencela caci mencari aib si figur.

Meskipun begitu saya tetap mencoba mencari yang terang saja, selebihnya memang tidak mencari-cari lagi. Figur doi yang itu memang menarik, kalimat yang diungkapkannya, cerita mendekatkan diri pada Tuhan begitu menyentuh saya pada saat itu. Semoga kita selalu bisa mencerahkan diri sendiri,mengidolakan pada yang pantas ditiru, dari pada berharap pada yang pasti bisa kurang dan salah. 



Kamis, 31 Mei 2018

Sebenarnya masih sama saja


Setahun yang lalu, suasana puasa jauh juga dari rumah terasa sekali sepinya. Tapi perasaan tahun ini dengan kondisi yang mirip, aku biasa saja. Sepi tapi tidak diratapi. Mungkin aku berubah. Baru terpikirkan sekarang atau bagaimana, berubahnya perlahan-lahan atau sejak kuliah jauh. Tidak tahu. Sejak jauh dari rumah, otomatis lebih banyak sendiri. Di rumah juga senang sendiri, bedanya selalu ada teman bertukar pikiran dan berbagi kecemasan. Sebenarnya jauh pun masih bisa bertukar pikiran, tapi percakapannya singkat. Berbeda dengan kecemasan, ini jarang dibagi karena kabar dari jauh itu selalu terdengar berlebihan. Jadi kami memilih berbagi sekenanya saja, paling tidak kita sama-sama tahu yang paling utama sekarang ini: pulang. Secepatnya selesai kuliah, kerja, dan ini dan itu.

Jauh itu jikalah bisa dipilih pasti dihinidari. Sendiri disituasi asing tidak mudah, banyak yang mengalami seperti ini aku bisa mengerti. Banyak keraguan di masa awal, ya hingga saat ini pun masih begitu. Benarkan aku di sini? Mampu kah aku di sini? Setengah-setengah hati. Selebihnya aku memilih banyak mengisolasi diri. Dalam keadaan menyendiri menjadikan aku banyak bertanya-tanya, selain pertanyaan setengah-setengah tadi. Banyaknya dari hasil kuliah. Dari keadaan jauh ini akhirnya jadi banyak mengerti dengan diri sendiri. Bagaimana masa kanak-kanak, remaja, hingga sampai sekarang ini telah membentuk aku sebagai aku. Tentang lakon apa yang aku mainkan. Aku adalah protagonis di dalam pikiranku, benarkan di sudut pandang lain demikian? Aku bertanya-tanya lagi.

Berkenalan lagi dengan diri sendiri ternyata menyenangkan sekaligus meresahkan. Aku yang dulu pamit pergi kuliah nanti akan pulang. Tapi yang berpamitan dulu itu mungkin tidak akan pernah pulang lagi. Aku kira dulu jadi anak-anak itu bisa jadi sepi sekali, jadi dewasa ternyata juga sepi, sepi yang terisi rutinitas dan tanggung jawab. Dulu aku rasa orang dewasa berhutang banyak hal pada anak-anak, sekarang aku yang merasa ada banyak hutang yang belum mampu terbayarkan. Ternyata aku banyak gagal dalam mengapresiasi, bersyukur, berterima kasih terhadap banyaknya berkah. Kan sendiri itu begini, jadi bicara dengan diri sendiri. Ini juga tidak sepenuhnya tepat dengan istilah sendiri hhhh. Beda kontek.
Udah ah, selamat puasa. happy ya jangan marah-marah.