Jumat, 27 Januari 2017

cerita magno dan daisy tidak saya bayangkan bagaimana jalan di tengahnya, yang pasti mereka berpisah.

namun merahasiankan asa pada satu dan lainnya, dalam diam saling berjanji akan bertemu suatu hari. ya mereka tersesat dan saling mencari. hingga suatu sore hari magno menepuk lembut pundak daisy dari belakang. dadanya berdegup-degup hingga suara nafasnya terdengar jelas. daisy membalikkan badannya, pipinya instan merona. ia tak tahan untuk tersenyum dan memandang langsung ke wajah magno. pakaian mereka sangat lusuh, entah apa terjadi selama ribuan hari yang lalu tanpa saling bertemu. magno mengacak-acak rambut daisy, mereka berdua menghela nafas yang panjang. sore itu berlalu dengan tenang, disinari senja mereka perlahan berbincang tentang hari-hari yang sulit dan saat-saat yang bahagia. hingga hari sepenuhnya gelap, mereka terus berbicara.

Selasa, 08 Maret 2016

19 dulu

Hai Annisa Amalia yang 24 tahun. saya Annisa Amalia dari tahun 2010, umur kita 19 tahun saat kita menulis surat ini. saya harap kita masih aktif menulis di blog sederhana ini, karena ini penting bagi kesehatan mental kita. hahaha

bagaimana kehidupan di 5 tahun yang kita jalani Annisa? kehidupan kita di tahun 2010 ini tidak begitu membanggakan, tapi jauh lebih baik dan bermakna. kita mengawali tahun 2010 dengan rasa kecewa dan penuh kesedihan. kita memperbaiki sedikit demi sedikit cara kita hidup. dari negatif menuju positif. kita baru memulai membuka mata lebih lebar pada umur kita yang 19 tahun ini. saya merasakan suatu yang lain meledak-ledak di pikiran saya, apa kita mulai dewasa saat 19 ini? saya berharap Annisa yang 24 tahun menjadi jauh lebih baik. pikirannya sehat, badannya sehat tidak seperti Annisa 19 tahun, dewasa dalam artian menjadi dewasa yang baik, bukan dewasa yang sia-sia bertambah tua menuju kematian saja.

Annisa, kau mungkin akan tertawa, sedih, atau malu ketika membaca surat ini. kita yang 19 tahun tkadang terlihat depresi dan penuh iri terhadap beberapa orang. haha ini buruk Annisa, tapi kita yang menulis surat ini saat 19 tahun sadar itu buruk dan mulai memperbaikinya. beberapa hari saat kita menulis surat ini, kita melakukan suatu hal yang cukup penting. kita sebut hal tersebut 'menata ulang'. segala hal kita perhatikan, kamar, pola hidup, pola makan, pola berpikir, dan pola lainya yang mungkin terikut (?).

ingat kah Annisa ketika sebelum berumur 19 apa yang sudah kita lewati? buruk kan? haha kemudian di 19 tahun kita menyadari itu semua dan berusaha menjadi lebih baik. ingat kan kita suka menunda makan? kita sama-sama sepakat memang makan tidak penting, tapi kita sudah sadar makan itu perlu jika mau menjalani kehidupan dimasa depan dengan nikmat. kita di 19 sadar kalau kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga. bagaimana Annisa 24? jangan sampai kau buat kita tidak sanggup membaca surat ini hanya karena sakit Annisa.

kamar Annisa di 24 nanti saya harap lebih rapi dari sekarang. beberapa hari sebelum menulis surat ini, kita menata ulang letak meja dan cermin. tidak ada baju kotor apa lagi pakaian dalam yang berceceran di kamar. kamar kita di 2010 ini tidak bertirai belakangan. cukup menghambat bila hendak mengganti baju, kita menunduk-nunduk. tapi sangat indah bisa memandang langit dari jendela kamar kita saat 2010 ini. saya berharap kita tetap bisa melihat langit yang sama, semoga langit belum runtuh di 2016.

kita yang sering begadang hingga dini hari selama ini semoga sudah tobat di 24 nanti. jujur hingga sampai hari kita menulis surat ini pola hidup yang buruk itu belum bisa dihilangkan. mungkin kita perlu banyak melakukan aktifitas hingga mengantuk lebih awal dan tidur pulas hingga pagi. mandi jadi lebih rajin, harus hidup sehat Annisa. terlalu banyak tempat yang ingin kita kunjungi. saya harap kita tidak terhambat hanya karena sakit.

Annisa, banyak yang kita perlajari sampai 19 tahun. kekecewaan, kekesalan, kesedihan, penghianatan, persahabatan, keikhlasan. semoga 24 nanti kita sudah bisa jauh lebih baik memaknai itu semua. 19 ini kita belajar tentang 'let it go', not all the things would be good as we want, but we keeps going on. live the life Annisa. kita di 19 sudah sadar kalau dunia begitu luas, kita bertemu berbagai macam orang yang menarik. kita masih kecil dibanding itu semua. tetap membuka mata Annisa, tetap membuka hati, tetap membuka pikiran.

sudah selesai S1 kan? hahaha


you from the past


Annisa Amalia


Selasa, 01 Maret 2016

I Will Survive!

Awal bulan bukan berarti keterbatasan ekonomi anak kos akan teratasi karena kenyatanya banyak diantara kita belum memilikki penghasilan dan mengharapan digit rekening bertambah tepat pukul 00.00 di tanggal 1 setiap bulannya. Mungkin mudah saja mengabari orang tua untuk menyegerakan pengiriman, tapi saya pribadi terkadang sulit melakukan itu karena tentu satu dan lain hal ada alasan hingga kiriman tertunda..jadi mengertilah ya nak :) Solusinya bagaimana? Apa kita harus puasa senin-kamis? Bisa! Apa harus beli paket super hemat/bakwan jagung/oseng-oseng tempe/capcay ala warteg? Bisa!
Hidup 1 semester lebih 1 bulan di rantauan melatih saya berbagai cara untuk bertahan hidup di akhir bulan dan masa injury time seminggu di awal bulan  Sedikit pengalaman mengenai makanan dan cara mengolah makanan pada saat-saat ujian hidup anak ini saya jabarkan di bawah ini. hohohoho

Makanan:
Selalu pastikan memiliki persediaan beras.
Setiap sedang banyak-banyaknya uang, prioritaskan untuk membeli beras. Refrensi pribadi beras yang dibutuhkan kurang lebih 2,5 kg - 3 kg tergantung porsi makan dan seberapa sering makan di kosan, harga beras Rp. 10.000 - Rp. 11.000 kualitas layak. 30 ribuan untuk beras sebulan saja tidak mahal kan? Sekali makan di tempat fancy belum dapat sama beli minuman tuh biasanya.
Diikuti juga memiliki dengan rice cooker sejenisnya. Ya iya lah! (Penjelasan pengolahan makanan akan dibahas nanti)
Bahan (wajib) sebagai pendukung - garam (1 bungkus dari semester 1 belum habis) - merica 500an - margarin (yang juga harusnya menjadi investasi wajib saat uang banyak, karena banyak gunanya) - abon cabe (untuk yang suka ekstra hot)
Telur ayam (harga turun naik- dari yang jualan perbutir dan perkilogram kurang lebih anggaran hingga Rp.10.000 di seminggu akhir bulan untuk telur)
Sayuran kering murah yang mudah disimpan (contoh wortel, 2 hari yang lalu saya membeli wortel kurang lebih 10 buah ukuran kecil seharga Rp. 2500)
Sayur alternatif bisa rumput laut/nori seharga Rp.10.500/1 paket, 2 bungkus sepaketnya, dan bertahan tergantung seberapa makannya (2 bungkus- beli 2 paket gratis 1 di IndoM*** tidak disponsori :p)
Beli sayur jadi 2000an di warteg bisa jadi solusi, apa lagi jenis tumisan atau oseng-oseng yang melibatkan tempe-tahu, bakso, dan atau sosis sudah sekalian lauk-- (nasi masak sendiri dan untuk siang-malam Rp. 5000 bisa bertahan setiap 1 hari)
Kornet bungkus 5000an
Nuget? Sosis!  Naaah!!! Mahal! Cenderung jadi cemilan dan tidak sehat.
Total uang yang dikeluarkan disaat penentuan ini kurang lebih paling tinggi 30ribuan dan pengeluaran tidak terduga yang harus diantisipasi adalah pembelian air minum. Seperti kondisi saya sekarang, uang logam recehan sangat berharga, dikumpul-kumpul sampai Rp. 5000 kan lumayan hehe nambah beli air,

Mengolah makanan:
Tahukah apa saja yang dibisa dibuat dengan rice cooker selain menanak nasi? Diiklan di tv mungkin pernah melhat membuat kue atau bubur di rice cooker, tapi bahan-bahan di atas tentu tidak cocok untuk 2 kemungkinan jenis makanan tersebut. Ini yang saya lakukan dengan rice cooker tidak hanyak di akhir bulan tapi juga untuk persiapan bekal ke makan di kampus.
Mengoreng telur, bisa didadar, orak-arik, atau sunny side up egg aka telor ceplok - siapkan rice cooker ke mode cooking - masukkan margarin 1 sendok - tunggu sampai panas dan margarin meleleh - masukkan telur - tambah garam & merica sesuai selera - kurang dari 5 menit telur sudah masak
Kalau nasi sudah jadi juga bisa ditambahkan ke telur - tambah lagi garam atau pelengkap lainnya bisa jadi nasi goreng. Tips saja ini, kenali jenis beras yang dibeli, ada beberapa beras jenis yang cukup dengan sedikit air saja sudah pulen jadi hati-hati dengan takaran beras dan air saat menanak nasi. Kemudian semakin lama nasi dipanaskan biasanya akan semakin kering, jenis nasi yang lama dipanaskan ini lebih enak dijadikan nasi goreng.
Sayur kukus juga enak dan bisa dimasak sekalian menanak nasi, biasanya kan dapat 1 set plasik tahan panas yang bolong-bolong di dalam kotak rice cooker. Favorit saya memang wortel kukus karena rasanya manis.
versi yang bisa dibanggakan: nasi yang digoreng di rice cooker
margarin + telur + garam + merica + nasi + wortel 

Ini hanya makanan saja, tapi pastikan hal-hal yang menyangkut kewajiban menyangkut kepentingan orang banyak jangan sampai dilalaikan seperti urunan tagihan listrik.  Kalau tidak bisa tertolong lagi krisis ekonomi ini ya berpuasalah dan banyak berdoa...berpahala dan bermanfaat bagi kesehatan. Tetap sehat dan sediakan obat maag :D

(harusnya saya sedang membaca dan membuat tugas) #gaadayangnanya #saveuangreceh #solong #bye



Senin, 08 Februari 2016

ready steady and (don't) wait for it

2016 wohooo -first post!

Alhamdulillah sudah melewati satu semester, prosesnya berdarah-darah dan ngantuk. Saya tidak pernah menyangka ternyata belajar bisa semenyenangkan ini. Belajar dibidang saya tekuni ini memberikan saya pemahaman yang lebih lengkap tentang diri saya sendiri, meskipun sesungguhnya tetap saja gambar jelasnya adalah pelajaran yang akan berlangsung seumur hidup. Mungkin manusia berubah dan mugkin saja tidak, tapi saya yakin berubah. Karena saya yakin ketika berhubungan dengan pribadi lainnya hidup akan berubah. Saya yang sekarang adalah akibat-akibat dari keputusan-keputusan yang dilakukan semua manusia, dalam artian ketika seseorang tidak bertanggung jawab pada sampah yang dia buang maka dia mengotori seisi bumi. Bukankah manusia diberikan kebebasan untuk memilih baik dan buruk, sehingga keputusan yang baik lebih mulia dari pada hanya diberikan pilihan untuk menjadi baik saja? 

Kita semua terhubung seperti benang yang terbelit kusut, bahkan hingga benang tersebut diputuskan oleh kematian kita masih terhubung karena tindakan masa lalu yang kita perbuat. Pada akhirnya manusia bukanlah ketidaan yang tidak ada maknanya sama sekali, sekalipun namanya tidak tercatat dalam sejarah. Teringgat pada seorang kakek berkemeja batik sederhana bernuansa coklat muda yang saya temui tahun lalu disebuah acara wisuda sahabat saya. Beliau bercerita antusias tentang anaknya yang sedang menjadi wisudawan di dalam auditorium. Kakek ini hanyalah satu dari ribuan anggota keluarga yang menunggu sambil melihat dari jendela, tapi hanya kakek ini yang saya lihat menengadahkan tangganya saat sesi pembacaan doa. Suara dari dalam gedung auditorium hanya terdengar sayup-sayup dari luar namun beliau tetap ikut berdoa mengaminkan. Dalam hati saya berkata semoga ilmu yang anak beliau dapatkan semakin diberkahi dan membahagiakan kakek tersebut, Setelah beberapa saat wisudawan keluar dan saya tidak melihat kakek itu lagi, Tapi apa yang saya dapatkan dari kakek tersebut? Momen wisuda memang membahagiakan, tapi apa yang berada dibalik itu semua sehingga menjadi wisudawan? Halaman persebahan skripsi rasanya terlalu kecil ketika saya baca ulang ketika mengingat kembali euforia kelulusan tapi kurang bersyukur. 

Rencana apa yang Allah berikan kepada saya ketika bertemu dengan kakek tersebut, dari hal itu seperti sekarang saya mulai belajar lebih menghargai semua orang yang berhubungan dengan saya. Tentu saja akan selalu ada yang manis-pahit, memulai dari hal yang bisa dikontrol diri sendiri saja saya rasa lebih baik. Paling tidak jika tidak sanggup meberikan kebaikan, bagaimana untuk tidak memberikan kejahatan sama sekali? Seperti merantau disini, jika sulit berteman akrab bagaimana jika tidak memiliki musuh sama sekali saja? Meskipun pada akhirnya kita sering tidak disadari ternyata kesan yang kita berikan pada orang lain ternyata tidak sebaik yang kita niatkan. Ya pada akhirnya memuaskan semua orang itu hampir mustahil kan? Siapkan diri untuk menjadi lebih baik memang klise, ingatlah dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri. Bahkan pertemuan yang hanya sekali saja itu dengan kakek di wisuda seorang teman sangat bermakna bagi saya.

Fokus saat ini adalah membuat memori menyenangkan sebanyak-banyaknya, tidak hanya untuk diri saya sendiri saja tapi pada seluruh orang disekitar saya. Kenangan menyedihkan, mengesalkan, hingga traumatis ketika saya pelajari saat perkuliahan ternyata lebih mudah merekat dalam ingatan dan menghambat memori baru untuk disimpan. Menangis sesal pada hal-hal yang kita tak punya kuasa lagi untuk mengubahnya, apa lagi hal-hal tersebut terjadi karena keputusan-keputusan orang lain apa gunanya? Masa lalu adalah hal yang mustahil untuk diubah, tapi bagaimana dampaknya pada masa depan masih bisa diusahakan pada saat sekarang kan. Dan akan selalu ada hal-hal yang sulit diterima kan? Selalu fokus pada hal-hal bisa dikontrol saja dan seluruhnya adalah ketentuan Yang Maha Menentukan. Ya dapat kesempatan kuliah lagi ini benar-benar membantu saya berdamai pada banyak hal, selalu bersiap untuk baik jangan menunggu apa pun. Insya Allah.

Sabtu, 04 April 2015

Keong


Sejak puasa tahun 2014 saya selalu ingin bercerita tentang keong, seekor tuxedo cat yang masih ABG. Video di atas adalah pertama kalinya saya melihat keong, kesokan harinya mama memberinya makan dan sejak saat itu dia selalu singgah di rumah. Awalnya cukup berat bagi saya karena harus bertahan setiap waktu sahur dikelilingi olehnya dan bersin-bersin cukup parah pada saat itu. Ya saya alergi terhadap kucing sejak SMP kelas 1, mungkin sudah pernah saya sampaikan di post-post tahun-tahun yang lalu. Namun, siapa yang tidak jatuh hati pada keong? Secara singkat kami sekeluarga di rumah menyayanginya, sifatnya yang sangat manja dengan raut wajah imut tak sanggup membuat kami marah ketika dia bertingkah. Mengalahlah saya dengan selalu mencuci tangan setelah memegang dan menganti baju setelah menggendongnya.

Reaksi alergi yang awalnya parah berangsur-angsur berkurang, tidak menjadi sembuh namun saya tidak mudah bersin ketika di dekatnya. Hari-hari di rumah bersama keong adalah waktu terbaik yang pernah saya miliki dengan binatang peliharaan. Meskipun ada abun dan misae (sepasang kelinci campuran angora, -misae kelinci jantan menghilang bulan lalu) di rumah, rasa memiliki kucing sangat berbeda dengan kelinci. Karena kelinci bintang yang sangat diam, sampai sekarang saya bingung memikirkan bagaimana bunyi kelinci. what does the bunny say?! i don't know :| Hubungan antara kuru dan kuku (cara saya memanggil kelinci adalah kuru dan kucing -keong terkadang kuku) awalnya sangat lucu karena mereka saling takut satu sama lain. Kemudian hanya dalam seminggu keong sudah mulai menggangu kuru saat makan dengan menggulingkan badannya mengajak bergulat yang tentu saja tidak pernah dibalas oleh para kuru karena itu bukan cara mereka bermain. Keong akan menggigit telinga abun -hanya abun yang tahan meladeninya SEBENTAR lalu kuru akan bersembunyi menghindar dari keong hahaha. Bahkan pernah keong mencakar-bergurau waktu para kuru masuk ke kandang.  Benar-benar kucing yang tidak perhatian, kalau sudah di dalam kandang mereka mau lari kemana? Begitulah salah satu tingkah si keong.

Selain hubungan bersama kuru, tingkah keong lainnya yang membuat hati geli adalah ketika memaksa untuk tidur di pangkuan mama. Setiap kali dia melandaskan punggung manjanya kepada mama, selalu disingkirkan oleh mama, namun keong tidak menyerah. Dia akan berusaha menyandarkan kepalany atau kaki depannya atau apalah agar bisa tidur di dekat mama. Terkadang dia juga begitu pada saya, di bulan-bulan terkahir ini bahkan lebih sering begitu. Saya biarkan saja dia memanjat badan saya dan tidur, rasanya hangat. Dia begitu manja dengan mama dan saya mungkin karena kami berdua yang paling sering memberikan makan. Makanan yang kami siapkan untuk keong adalah ikan tongkol rebus dengan campuran sedikit nasi, setiap 4-5 hari sebelah ikan tongkol saya beli dari pasar pagi untuk keong. Kami selalu begitu dengan kucing peliharaan kami,'menyiapkan anggaran khusus'. Tidak mau memberi makanan yang sama seperti yang kami makan karena ikan goreng tentu tidak sehat bagi kucing karena manusia saja sebesar itu dengan efek minyak goreng tidak baik untuk tubuh, apalagi bagi kucing? Ditambah info yang baru saya temukan adalah, bawang putih beracun bagi kucing. Selain itu perbedaan yang terjadi ketika kucing sudah terbiasa makan makanannya sendiri adalah dia tidak merong-rong (rong-rong! bona dan rong-rong!) saat kita makan. Sebulan terkahir juga keong mengerti kebiasaan duduk menunggu saat saya mengaduk nasi dan ikannya, bahkan tidak nyerobot makan saat saya mengaduk ikan dihadapannya. Dulu itu ketika pulang bermain perutnya sudah luar biasa lapar, dia akan memeluk kaki kami, mengelilingi hingga pernah tak sengaja saya menginjak kakinya haha.

Setiap hari jika pas tidak dibuka pintu rumah kami, keong akan mengeong-ngeong minta dibukakan salah satu pintu. berlari buru-buru sambil terus mengeong menghampiri minta diberi makan. Kadang juga diselamatkan dari perkelahian di bawah kamar saya, jika sudah diusir rivalnya dia akan buru-buru masuk ke rumah. Tentang keong dan para preman gang, mungkin masa kanak-kanak keong ke waktu dewasanya dari mulai dia datang ke rumah hanya tiga bulan pertama. Kemudian selepas masa tiga bulan itu dia suka menghilang sampai 2-3 hari saat musim kawin. Anak ingusan yang baru belajar musim kawin ini lebih banyak merananya dari pada suksesnya. Awal-awal dia mulai ikut-ikutan musim kawin terjadi insiden yang memilukan bagi kami  sekeluarga. Kaki keong robek sangat besar sehingga harus di opname di dokter yudha. Dokter mengatakan saat proses dijahit darahnya sampai memuncrat dan tendonnya memang sudah putus, akibatnya kaki keong tidak kembali normal. Alhamdulillah dikurung selama 10 hari di dalam rumah, dipaksa minum obat akhirnya kami merelakan keong bermain lagi di luar. Memang sedikit pincang namun sudah kuat memanjat. 

Hidung keong yang berwarna pink itu suka saya pengang sambil mengomelinya, "Ini hidung pink cewek apa cowok? Muka imut gini mana bisa jadi kucing garong! Mana bisa jadi preman gang!". Kenyataannya ya begitulah, badannya jauh lebih kecil dari kucing liar di sekitar rumah, lari pula ke dalam rumah kalau saya selamatkan haha. Oh iya ini kebiasaan saya, bicara dengan binantang -_- sudah pasti mereka tidak mengerti sih, tapi keong kucing yang sangat vokal jadi dia sering menatap saat diajak berbicara dan membalas dengan mengeong. Kadang jika sudah menggemaskan saya angkat dan menimangnya seperti bayi sambil bertanya, "Ini anak olang atau anak kucing? Adek kakak ke atau adek kucing? Anak cetan kali ni?" hahhaa. Dia akan menatap saya dengan heran, sama ketika dibicarakan dipangkuan siapa saja di rumah, menatap seaakan mengerti. Semua orang di rumah sepeti itu kepadanya berbicara, memarahi, bermain, menggendongnya, dia adalah pusat perhatian. Saya menyebutnya anak bungsu saking manjanya.

Musim  kawin adalah waktu-waktu yang membuat kami cemas dengan keong mengingat kakinya pernah dijahit itu. Benar saja musibah terjadi lagi sekitar bulan lalu, kaki sebelahnya lagi bengkak sekali, entah dipukul orang entah terjatuh karena gagal memanjat. Dibawa lagilah keong ke dokter dan diberikan atibiotik. Alhamdulillah hanya beberapa hari saja bengkak yang dikhawatirkan akan pecah menjadi nanah manjadi kempis. Hari-hari itu hingga saat sekarang ini terasa singkat sekali. Tidak. Seluruh hari sejak keong di rumah kami bagi saya terasa singkat sekali. Tingkahnya yang aneh-aneh seperti suka duduk di atas kertas-kertas yang penting, tidak membiarkan saya dan mama tenang menggunakan laptop, heran dengan kertas yang keluar dari mesin printer, berobsesi gulat dengan sepatu, tidur dengan posisi ajaib, atau sekedar menemani saya main game hp, tidur menonton tv, atau tilawah, keong adalah teman dan penghilang penat bagi saya yang kebanyakan waktu dihabiskan memang di rumah. Rindu sekali jika sehari saja dia tidak pulang, bahkan satu waktu makan saja tidak pulang saya khawatir dan rindu padanya.

Siapa sangka kucing kami yang sangat aktif itu hari kamis 19 Maret tiba-tiba muntah seharian. Malamnya saya mendengar suaranya dibawah kamar sedang diganggu kucing besar, cepat-cepat saya bukakan pintu. Langsung saya buatkan makan, namun tidak disentuhnya. Ia langsung ingin keluar lagi tapi tidak saya ijinkan. hingga subuh saya melihat makanannya sama sekali tidak disentuh. Ada yang salah. Mengingat beberapa bulan lalu dia pernah muntah berwarna orange, kami semua mengira mungkin dia anak memakan kadal? Tapi muntah kali ini lain, sepanjang pagi sebelum saya ke kampus dia sudah muntah 4 kali. Diminumkan madu kemudian dia juga muntah lagi. Khawatir dengan keong cepat-cepat saya pulang pada hari itu, keadaannya terlihat semakin memburuk dan saya menemukan sisa muntahan yang terdapat cacing pita. Subhannallah benar-benar sedih saya namun harus bagaimana dokter hewan juga membuka prakteknya mulai malam. Sesaat membersihkan muntahnya keong menghilang, saya kebingungan sampai mencari disekeliling gang. Pikir saya tak mungkin kuat dia pergi jauh sedangkan sudah muntah berkali-kali. 

Sabar saya berdoa dan istirahat sampai ketiduran tiba-tiba dia ada di pintu samping rumah di dekat abun. Keong melihat ke arah tembok tempat pertama saya melihatnya -saya baru menyadari itu sekarang. Dia sama sekali tidak keluar dari rumah, saya sangat yakin. Tapi sudah dipanggil-panggil tidak mau menyahut seperti biasanya. Merawat  keong sama sekali tidak sulit selama ini, tapi masa-masa sakit inilah yang sangat sulit sebenarnya. Hingga sore dia tetap muntah beberapa kali, raut mukanya sudah sangat berbeda. Telinganya turun dan matanya tidak membuka lebar lagi, nafasnya sulit karena mutah berlendirnya juga sudah masuk ke salurah hidung sepertinya. Saya merasa tidak berdaya melihat keong yang tidak berdaya. Kemudian keong tiba-tiba hilang lagi, saya kembali mencari ke sekeliling rumah, di tempat-tempat biasanya dia tidur namun tidak ditemukan juga. Hingga akhirnya mama menemukan keong di bawah tempat tidur mama bersembunyi. Sama sekali tidak bersuara, mulutnya terbuka dengan nafas yang terengah-engah, serta liurnya menggantung di pinggir bibirnya. Dengan sendiriya dia keluar dan duduk di tempat yang terlihat.

Segera saya cari gejala-gejala yang terjadi pada keong, yang saya temukan adalah distemper. Sebuah virus yang umumnya sudah ada dalam tubuh kucing, virus yang hanya tertidur dan bisa aktif sewaktu saat daya tahan tubuh kucing menurun. Ada usaha vaksinasi yang bisa diberikan, namun tidak juga 100% kucing terbebas dari penyakit tersebut. Paling tidak kesempatan hidup jika sudah divaksin lebih besar dibanding yang belum pernah divaksin. Saya pahami setelah membaca adalah distemper memang sangat sulit disembuhkan karena tidak ada obatnya. Melihat kondisi keong yang sudah begitu parah, tanda-tanda seperti bersembunyi ditempat yang dingin sudah dilakukannya saya berkata dalam hati untuk berusaha ikhlas. Sehabis solat magrib bersama abang saya membawa keong ke dokter syifa dan dayat yang rumahnya tidak jauh dari kediaman kami. Keong di tempatkan ke dalam keranjang rotan bakas oleh-oleh dari kapuas hulu. Sangat tenang dan lemah badannya, saat memasukkan itu dia mengeong ke arah saya. Pelan-pelan saya mengendarai motor melewati gang-gang hingga tembus ke rumah dokter. Sampainya disana yang saya dapatkan yaitu, penjelasan dokter tentang penyakit keong sama dengan yang saya baca, persentase selamat 20%, obat-obatan yang diberikan hanyalah usaha membantu kembali lagi ke ketahanan tubuhnya. Kondisi keong yang sudah dehidrasi sudah pasti harus di opname dan diinfus. Dicukurlah kaki kanan depannya untuk memasukkan jarum infus, bertiga bersama abang dan dokter keong dipegangin dan dimasukkan ke dalam tas khusus agar tidak meronta. Setelah selesai infus dipasangkan keong dibaringkan ke dalam kandang berwana pink. Reaksi yang jauh berbeda saat diopname karena kakinya dijahit, dia hanya diam terbaring lesu. Seperti biasa saya mengajaknya bicara, "Hei anak kucing! Dadah!" dengan nada yang ceria seperti biasanya. Doketr berkata keong boleh saya jenguk pagi atau malam. Jika ada perkembangan atau sesuatu akan dikabari.

Setiap sehabis solat saya berdoa kepada Allah untuk meringankan rasa sakit keong, Masyallah saya tak sanggup menahan air mata. Jujur sepanjang hari menanti waktu untuk menjenguk bersama mama yang kami rencanakan malam, saya menangis berkali-kali. Solat ashar juga saya berdoa lagi, konon waktu sehabis ashar pada hari jumat adalah waktu yang baik untuk berdoa, permintaan saya supaya keong di ringankan rasa sakitnya, mudahkan ini semua bagi keong, jika baik untuknya, sembuhkan dia. Ba'da magrib saya sudah mau siap-siap untuk pergi sms masuk memberi kabar tentang keong. Saat bersiap-siap itu saja saya sedang menagis dan kabar yang disampaikan dokter tidak membuat keadaan lebih baik. Keong sudah meninggal sejak sore. Saya menangis tersedu-sedu mengabarkannya ke mama. Siapa sangak rencana kami menjenguk keong berubah manjadi menjenguknya. Siapa sangka kucing yang masih sangat muda, lincah, dan menggemaskan itu sakitnya hanya sehari. Sehari yang sangat menyiksa bagi tubuhnya dan bagi saya yang tidak berdaya melihat kesakitanya.

Memelihara keong sangat menyenangkan, hal yang paling sulit adalah mengikhlaskan keong yang tidak disangka-sangka tidur selamanya. Sesal rasa hati saya karena tidak terlalu mencari tau tentang memelihara kucing yang benar. Berpikir kalau keong akan baik-baik saja seperti mince atau mie yang tumbuh besar jadi seperti preman gang, namun anak kecil yang singgah di rumah saya ini ternyata berumur pendek. Pelajaran yang sangat berharga untuk memikirkan bahwa binatang juga memiliki hak untuk hidup yang layak, diberikan kebutuhan-kebutuhan dasarnya, kesehatannya, kebersihannya, dan kasih sayang tentunya. Siapa yang mau hidup kesepian? haha Setidaknya itu yang saya dapatkan dari keong dengan kemanjaannya dan sifat tolong perhatikan aku, pelajaran dari seorang teman berbulu saya yang setia mengganggu meramaikan isi rumah. Saat-saat seperti ini bagi saya mungkin seperti yang dikatakan orang-orang, jangan terlalu bergantung pada orang di dunia ini, bahkan di dalam kegelapan bayangan pun meniggalkan kita. Diusia saat ini dan keong yang pergi adalah masa sulit bagi saya. Ada yang bilang anjing adalah sahabat terbaik, bagi saya lebih dari itu. Karena keong adalah adik yang dititipkan Allah sementara waktu. Sekarang keong sudah pulang lagi ke pemilik sebenarnya. Tidak ada sakit lagi di badannya. Keong tidur di halaman samping rumah kami, tempat di dekat tembok pertama saya melihatnya.

Terima kasih keong, sudah singgah di rumah kakak. Maaf kakak masih kurang memperhatikan keong selama ini. Kakak janji kalau Allah kasi kucing lagi akan dijaga baik-baik, akan disayang juga seperti keong.
Baru 1 hari berselang saja kakak rindu sekali.

Doakan saya untuk semakin mengikhlaskan keong ya :)
Mengikhlaskan apa-apa yang sudah pergi dan berubah dalam hidup yang sementara ini.


Senin, 09 Maret 2015

Dear Me

Iya bagian dunia sebelah sini udah tanggal tanggal 9 tapi yang lain masih tanggal 8 Maret kan ya? ;)
international women's day kemarin itu hampir saya rayakan dengan nulis surat dear me blup blup blup. tapi saya ingat surat serupa itu sudah terjadwalkan upload tahun 2016 nanti saat usia saya 25 tahun. mungkin saya tulis saat usia 20 atau 19 sudah lupa, yang isinya akan menostalgiakan saya tentang kehidupan disaat itu dan mungkin merenungkan apa-apa saja yang masih perlu diperbaiki? semoga saja :D 

hidup sebagai anak yang mengabdikan hidup di rumah orang tua (nganggur) hari-hari saya cuma melihat internet, youtube kebanyakan, media sosial setelahnya, berita dunia terkini, kalau disebutkan satu persatu ya tidak ada habisnya. benar-benar menghambat kehidupan nyata, tapi banyak juga membantunya :p 

hal lain tentang internet, ada yang bilang kalau mau tau watak seseorang berikan saja internet karena mungkin yang terlihat diam saja itu ternyata seorang troll di comment sections atau member tetap si sebuah situs yang kita sangka haha. nerusin lagi tentang comment sections, pernah baca ungkapan "youtube comment sections is one of darkest places on the internet" ?
bisa sangat rasis dan memunculkan tokoh-tohoh ajaib, kemarin saya menemukan king joffrey me-reply di video game of throne haha. keluesan kita berkomentar tanpa mengkhawatirkan konsekuensi atas kalimat yang diungkapkan itu yang sangat mengerikan. saya cuma ingin mengungkapkan tentang wanita saja ini, ungkapan sex sells, women as object, feminism, muslims girl, bla bla yang dijadikan bahan pertengkaran di comment sections. butuh menghela nafas sedikit melihat itu semua, internet yang begitu luas ternyata tidak membuat pandangan banyak orang terbuka atau paling tidak mencari tau informasi yang benar atau alternatif lah. ini juga mungkin pemikiran saya juga yang sempit, saya berasumsi bahwa pengguna internet kebanyakan ya negara-negara dengan bahasa utama inggris. ya indonesia juga adalah pengguna yang besar, namun dalam bagian comment section tidak terlalu berkontribusi (seperti saya inggis pasif dan takut di grammar nazi-kan). nah pengguna kebanyakan itu yang "lucu". sedih loh ketika mereka melihat suatu issue dan menilai dengan sudut pandang budaya mereka. bodoh. yah saya jadi kasar kan :D saya benar-benar tidak mengerti ide mereka tentang feminism dan diperjuangkan habis-habisan dan dibantah-bantah itu di comment section. ini juga tidak membuat keadaan lebih baik sih ya, namun unek-unek saya nih!

fakta peremepuan diobjekkan itu tidak terlepas dari diri perempuan itu sendiri mempromosikan "sex sells". salah siapa? jadilah ini topik yang tidak habis-habisnya diperdebatkan. haaa hak perempuan berpakaian seperti apa bla-bla toh ada juga tu campaign "free the nipple" yang dijunjung oleh perempuan-perempuan juga. mungkin inginnya melumrahkan nipple tapi laki-laki tetaplah laki-laki. lucu kan perempuan? mungkin budaya yang saya anut saja yang tidak pas ya?

ini ada playlist buat perempuan seperti saya atau buat diri saya sebagai manusia. sayang dengan orang lain sering kali lebih mudah dari pada dengan diri sendiri, maka playlist ini saya buat untuk mengingatkan saya untuk tetap positif dan percaya kalau semuanya tidak seburuk itu kok. paling tidak, bersyukur yang buruk-buruk itu ditutupi oleh Allah :)

Senin, 02 Maret 2015

Vitamin

satu fakta tentang vitamin, kita bisa overdose vitamin. jadi jangan termakan iklan vitamin jadi segar kayak kembang sehabis hari hujan, karena jika dibawah cucuran air mungkin akan rusak juga (cacak rumbling-rumbling). ok?

jadi hari-hari ngangur ini coba saya isi lagi dengan nonton film. kurangi mengeluh dan penuhi ruangnya (ruang ape sih). mencoba untuk lebih spesifik terhadap jenis film apa yang ditonton, saya hanya ingin menonton romance comedy drama ringan semacamnya karena mudah. setahun belakangan saya kehilangan selera manonton, kecuali jika film tersebut benar-benar mendapat review yang bagus atau ditunggu-tunggu ditambah "ketergantungan" terhadap youtube- keluar dari topik, petualangan Middle Earth sudah selesai T-T dan saya hanya menemukan ketertarikan pada aktor-aktornya ketika berpakaian ala Middle Earth. kenapa? kenapa kalian begitu ganteng ketika brewokan dan berambut semampai? oh aragon! oh kili! :'))))))) tapi bisa maraton LOTR atau The Hobbit kapan saja sekarang, bahakan sepertinya akan menyenangkan jika membaca novelnya dengan serius. kembali lagi tentang yang ringan-ringan saja rekomendasi dari seorang teman yang sangat turbo untuk menonton "The One I Love". beliau mengklaim bahwa film ini lucu. LUCU? (jika punya satu pet lagi namanya harus "lucu").

dari beberapa film yang saya tonton seminggu terakhir ini, bahkan beberapa tahun sejak saya mulai mengumpulkan film, the one i love salah satu yang paling twisted! dalam segi lucu ya saya setuju film ini lucu, dalam artian sarkastik. penjelasan singkat jalan ceritanya dimulai dengan sepasang suami istri yang sedangan berkonsultasi tentang bagaimana memperbaiki hubungan mereka dan disarankan untuk menghabiskan akhir pekan di sebuah private holiday home resort semacam itulah karena banyak yang hubungannya harmonis lagi setelah kembali dari situ. bla bla bla kemudian keanehan tejadi disana. selangkapnya silahkeun ditonton dah!

The One I Love itu lucu karena seperti gambaran sehari-hari pasangan yang kadang kala mengeluhkan perilaku satu sama lain, disatu pihak merasa lebih baik jika suaminya lebih baik jika suaminya rajin, si suami merasa istrinya akan lebih menyenangkan jika lebih ramah. dan lain sebagainya hal-hal yang membuat mereka merasa akan lebih berbahagia jika pasanganya seperti yang diharapkan. satu spoiler, diungkapkan bahwa si suami pernah berselingkuh, dan pada akhirnya si istrinya berselingkuh pula dengan siapa (siapa? ini bagian yang twisted) yang dianggapnya sesuai harapan. mengerikan kan? bagi saya itu gambaran ketamakan. sedangkan suaminya tidak tergoda dengan kesempurnaan yang dipoles dalam akhir pekan mereka. akhirnya?

saya pikir mungkin benar adanya dialog-dialog panjang dari Before Midnight tentang pertengkaran yang terjadi adalah bentuk negosiasi dari sebuah "sistem"  yang dibangun bersama seseorang yang sama sekali tidak ada hubungan darah namun disatukan dalam ikatan keluarga untuk seumur hidup. The One I Love sendiri adalah gambaran kompromi negosiasi tidak bekerja lagi. disatu pihak menerima dan pihak lainnya memutuskan untuk memilih yang lebih menyenangkan. yah gitu lah pokoknya, tidak sepakat. terlalu sulit menerima-tinggalkan, sanggup menerima-jalan. sanggup manerima itu yang magic. magic yang membuat kita memaafkan kesalahan apapun, bahkan jika sudah dikecewakan, sudah diterbalikan hidupnya sedemikian merana namun rela menghabiskan seumur hidup untuk percaya lagi. eh sanggup ndak? :))
heran? tidak percaya dengan magic kayak itu? kendalinya ada dengan yang maha membolak-balikan hati. saya bisa apa :')